The Grey merupakan film yang mengambil setting keras, penuh
tantangan dan dingin. Film ini menghadirkan suasana bertahan hidup dalam
ganasnya alam liar. Setting tempat dan alur cerita dalam film ini dengan
sendirinya menggambarkan kisah yang diinginkan oleh sang sutradara Joe
Carnahan. Kepiawean Liam Neeson yang menjadi tokoh sentral dalam film ini
menjadikan film ini semakin kuat dan menarik untuk ditonton.
Liam Neeson menjadi tokoh kunci ketika kita menikmati
terror, isolasi,konflik, harapan dan berbagai halangan untuk bertahan hidup
yang digambarkan dalam film ini. Liam Neeson dalam film ini berperan sebagai
seorang pria yang sakit-sakitan dengan berbagai halangan, memutuskan sesuatu,
dan berusaha memahami apa makna hidupnya di dunia, serta sebagai tokoh yang
harus melindungi orang-orang yang bekerja di sana, dengan cara menembaki
srigala-srigala hutan penganggu. Di masa-masa pencarian jatidirnya, ia sempat memandang
rendah para pekerja oil rig itu dan dia juga memandang rendah dirinya sendiri,
merasa dirinya tidak pantas untuk menjadi bagian dari umat manusia. Ottway
sudah siap untuk mengakhiri hidupnya yang menyedihkan tetapi sesuatu
menghentikan niatnya itu.
Sebagian besar film ini bersifat "physical" - orang-orang berjalan di
timbunan salju setinggi lutut dan mencoba menembus badai salju di tengah
teritori serigala predator. Akhirnya sebuah ironi natural terjadi saat yang
diburu menjadi predator dan sebaliknya. Tidak semuanya bertahan hidup. Ada
beberapa konflik dan gejolak, juga percakapan-percakapan yang sangat berarti
saat orang-orang itu berbagi sedikit tentang diri mereka dan bercerita tentang
special people dalam hidup mereka. Kita juga menjadi lebih akrab dengan sosok
Ottway dan kunci dari semua masalah terungkap tepat saat film hampir berakhir.
Petualangan, kisah survival dan drama psikologis, The Grey membawa kita ke dalam sebuah dunia keras di antara hidup dan mati. Kecantikan lanskap dengan pohon-pohon tertutup salju adalah sebuah kontradiksi dengan teror dan perjuangan berat yang terjadi. Ilustrasi musik digunakan seperlunya dalam porsi yang tepat dan efek yang digunakan sangat hebat. Situasi kontras antara alam liar dan keindahan tersaji secara imbang dan sempurna.
Release date : January 27, 2012 (USA)
Sebagian besar film ini bersifat "physical" - orang-orang berjalan di
timbunan salju setinggi lutut dan mencoba menembus badai salju di tengah
teritori serigala predator. Akhirnya sebuah ironi natural terjadi saat yang
diburu menjadi predator dan sebaliknya. Tidak semuanya bertahan hidup. Ada
beberapa konflik dan gejolak, juga percakapan-percakapan yang sangat berarti
saat orang-orang itu berbagi sedikit tentang diri mereka dan bercerita tentang
special people dalam hidup mereka. Kita juga menjadi lebih akrab dengan sosok
Ottway dan kunci dari semua masalah terungkap tepat saat film hampir berakhir.Petualangan, kisah survival dan drama psikologis, The Grey membawa kita ke dalam sebuah dunia keras di antara hidup dan mati. Kecantikan lanskap dengan pohon-pohon tertutup salju adalah sebuah kontradiksi dengan teror dan perjuangan berat yang terjadi. Ilustrasi musik digunakan seperlunya dalam porsi yang tepat dan efek yang digunakan sangat hebat. Situasi kontras antara alam liar dan keindahan tersaji secara imbang dan sempurna.
Release date : January 27, 2012 (USA)
Director :
Joe Carnahan
MPAA
rating :
R
Running time : 117 minutes
Initial
DVD release :
May 15, 2012 (USA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar