Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 21 Maret 2013

Burung Biru di Pentas Politik


Jejaring sosial kini bukan hal yang tabu bagi setiap orang. Tua muapun muda bisa dengan mudah mengakses jejaring sosial, baik lewat handphone maupun media elektronik lainnya yang tersambung dengan jaringan internet. Jejaring sosial yang mudah diakses khalayak umum, seperti Facebook, Twiter, Skype, friendter, yahoo mesenjer, blog dan lain sebagainya memudahkan setiap orang untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara inten.
            Perkembangan jejaring sosial yang begitu pesat dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh perusahaan penyedia layanan jejaring sosial tersebut telah dilirik bayak orang. Saat ini jejaring sosial bukan hanya untuk menjalin komunikasi saja, tetapi juga dimanfaatkan oleh banyak orang untuk keperluan bisnis maupun menjaring solidaritas sosial. Bahkan, baru-baru ini, jejaring sosial juga digunakan untuk keperluan politik.
Pemanfaatan jejaring sosial untuk keperluan politik saat ini sudah mulai nampak. Lewat jejaring sosial partai politik maupun tokoh politik ramai-ramai merebut simpati rakyat untuk memperebutkan tahta tertinggi di Republik Indonesia yang akan diselenggarakan pada tahun 2014 nanti. Umumnya partai politik maupun tokoh politik yang diprediksi akan bersaing pada pemilu 2014 nanti menunjukkan berbagai aspek positif dari kenerjanya selama ini.
Memang pemanfaatan jejaring sosial untuk keperluan politik ini tidak dilakukan sendiri oleh partai politik maupun tokoh politik yang akan bersaing pada pemilu 2014 nanti. Bisa jadi hal itu dilakukan oleh simpatisan dari partai politik maupun orang-orang yang fanatic terhadap tokoh politik nasional yang akan bersaing nanti. Tetapi, semua itu bisa diartikan bahwa jejaring sosial mempunyai peran besar untuk merubah persepsi seseorang terhadap partai maupun tokoh politik.
Perjuangan untuk merebut simpati rakayat di jejaring social ini pun tidak kalah sengintnya bila dibandingkan dengan kampanye-kampanye konfensional yang dilakukan oleh partai politik maupun tokoh politik ketika menjelang pemilu. Di jejaring social partai politik maupun tokoh politik ramai-ramai untuk memperebutkan posisi puncak dan menjadi trending topic. Untuk mendapatkan posisi tertinggi di jejaring social, baik partai politik maupun tokoh politik tidak tanggung-tanggung untuk membentuk tiem khusus yang menangani jejaring social dan menyebarkan berbagai isu-isu positif terkait dengan dirinya.
Fenomena pemanfaatan jejaring social untuk perluan politik ini semakin nampak ketika salah satu lembaga surfei Politicawave melaporkan hasil surfeinya yang dihimpun dari hasil percakapan di media social seperti Twitter, Facebook, You Tube, Blog, pemberitaan media online dan forum online yang diberitakan Kompas tanggal 22 november 2012 lalu. Politicawave pada berita tersebut menyebutkan ada beberapa tokoh yang masuk di jejaring social dan diprediksi akan bersaing pada pemilu 2014 nanti.
Tokoh-tokoh tersebut antaralain, Mahfud MD, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Chairul Tanjung, Sri Mulyani dan Anies Baswdan. Pada laporan kali ini posisi teratas masih ditempati oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dengan indek sentiment positif paling besar 20,81 persen yang dicatat dari 854 percakapan pengguna unik (unique usser). Prabowo Subianto menempati posisi kedua dengan indek sentiment positif 15,08 persen yang dicatat dari 1.117 percakapan pengguna. Berdasarkan laporan dari Politicawave, nampaknya jejaring social bisa menjadi andalan bagi partai politik maupun para calon kandidat pilpres 2014 nanti untuk mengukuhkan eksitensinya. Jejaring social bisa dimanfaatkan untuk melancarkan strategi politi untuk meraih suara terbanyak pada pilpres 2014 nanti.(M/M)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar